WienBie
Kita dipertemukan dengan ketidak sengajaan
Kita dipertemukan tanpa adanya suatu rasa
Benih-benih cinta dan sayang tumbuh dari kebiasaan
Tiap waktu dalam hati kuw hanya diri muw
Semakin hari semakin besar rasa dihati nic
Dan
Pikiran nic pun enggan rasanya
untuk menghapus semua tentang muw
Semakin kuw berusaha melupakan muw
Tapi
Bayang muw semakin melekat dipikiran kuw
Ingin rasanya untuk mengulang semua
rasa yang pernah terjadi antara kita
Andai kuw bisa mengubah kehidupan nic
Hanya 1 yg akan kuw ubah
Yaitu
Kuw ingin kita selalu bersama
Untuk
SELAMANYA... HINGGA AKHIR WAKTU...
cisss...
Selasa, 17 Mei 2011
Minggu, 15 Mei 2011
cermindiri...
Description:
Manajemen Qalbu - Aa Gym
31 Des 04 08:52 WIB
Ditulis Untuk Harian Waspada
Ciri Kedewasaan
Oleh KH. Abdullah Gymnastiar
Semoga Allah yang Mengenggam langit dan bumi, membuka pintu hati kita
semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa
dan semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun
dengan sikap terbaik kita.
Saudaraku yang baik, ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif
yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang
memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam
mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia
lihat biasanya selalu dikomentari.
Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua
hal dikomentari.,ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan
dikomentari, ketika menonton televisi misalnya ; komentar dia akan
mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang
dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa
direnungkan (tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan
pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.
Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur.. 'beginilah kalau
negara belum matang, setiap waktu demo, kata-kata yang dikeluarkan
jauh dari kearifan-ternyata sangat mudah menghina, mencaci, dan
memaki itu' Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat
dari
komentar-komentarnya,makin terkendali Insya Allah akan semakin
matang. Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-
anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang
bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain
berarti belum dapat disebut dewasa.
Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan
merabaperasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana
dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena
menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti
berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar
overtime ? tetapi pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang
hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak
bijaksana.
Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan
semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya
hanya memikirkan perasaannya sendiri. Orang yang dewasa, cirinya hati-
hati (Wara'), dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar
berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik, tiap
tutur kata, dia tidak mau jika harus menanggung karena salah dalam
mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat tidak hati-
hati dalam bercakap dan mengambil keputusan. Orang yang bersikap atau
memiliki kepribadian dewasa (wara') dapat dilihat dalam kehati-hatian
memilih kata, mengambil keputusan,mengambil sikap, karena orang yang
tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.
Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil
contoh ; didalam rumah seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu
menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangis sehingga lama-
kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena
ternyata ibunya menangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar,
dalam situasi sesulit apapun lebih tenang, mantap, stabil, Amanah dan
bertanggung jawab.
Wallahu'alam bish showab (am)
Manajemen Qalbu - Aa Gym
31 Des 04 08:52 WIB
Ditulis Untuk Harian Waspada
Ciri Kedewasaan
Oleh KH. Abdullah Gymnastiar
Semoga Allah yang Mengenggam langit dan bumi, membuka pintu hati kita
semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa
dan semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun
dengan sikap terbaik kita.
Saudaraku yang baik, ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif
yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang
memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam
mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia
lihat biasanya selalu dikomentari.
Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua
hal dikomentari.,ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan
dikomentari, ketika menonton televisi misalnya ; komentar dia akan
mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang
dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa
direnungkan (tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan
pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.
Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur.. 'beginilah kalau
negara belum matang, setiap waktu demo, kata-kata yang dikeluarkan
jauh dari kearifan-ternyata sangat mudah menghina, mencaci, dan
memaki itu' Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat
dari
komentar-komentarnya,makin terkendali Insya Allah akan semakin
matang. Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-
anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang
bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain
berarti belum dapat disebut dewasa.
Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan
merabaperasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana
dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena
menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti
berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar
overtime ? tetapi pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang
hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak
bijaksana.
Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan
semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya
hanya memikirkan perasaannya sendiri. Orang yang dewasa, cirinya hati-
hati (Wara'), dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar
berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik, tiap
tutur kata, dia tidak mau jika harus menanggung karena salah dalam
mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat tidak hati-
hati dalam bercakap dan mengambil keputusan. Orang yang bersikap atau
memiliki kepribadian dewasa (wara') dapat dilihat dalam kehati-hatian
memilih kata, mengambil keputusan,mengambil sikap, karena orang yang
tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.
Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil
contoh ; didalam rumah seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu
menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangis sehingga lama-
kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena
ternyata ibunya menangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar,
dalam situasi sesulit apapun lebih tenang, mantap, stabil, Amanah dan
bertanggung jawab.
Wallahu'alam bish showab (am)
kedewasaan...
Apakah anda merasa diri sudah dewasa???....Sebelum anda benar-benar menilai bahwa diri anda dewasa cob abaca terlebih dahulu info berikut ini !!!......
Berbicara tentang dewasa sampai saat ini standar baku kapan dan dalam usia berapa tahun seseorang dikatakan dewasa masih belum ditemukan. Karena ternyata tidak ada ukuran tunggal untuk menentukan kedewasaan, kedewasaan bukan hanya menyangkut umur atau status tertentu, melainkan juga banyak bidang lain seperti perasaan, sikap, pandangan, orientasi, perilaku atau lainnya. Dewasa dalam umur belum merupakan jaminan dewasa salam bidang lainnya.
Namun secra umum kedewasaan dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya :
1. Dewasa secara fisik, dimana organ-organ reproduksi telah berfungsi secara optimal yang ditandai dengan produksi sperma yang baik pada pria dan produksi sel telur yang memadai pada wanita. Selain perkembangan sel-sel otot tubuh yang menandakan sekaligus membedakan pria dan wanita.
2. Dewasa secara psikologis, yang ditandai dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan konflik-konflik yang terjadi dalam kehidupan.
3. Dewasa secara social-ekonomi, ditampakkan dalam kemampuan seseorang untuk mandiri, membiyayai kebutuhan hidup sendiri dan menangani berbagai hal dengan kemampuan sendiri.
Selain tiga point diatas kedewasaan juga dapat dilihat dari beberapa kemampuan, seperti :
1. Kemampuan mengenali dan menerima diri sendiri
2. Kemampuan menerima keberadaan orang lain
3. Kemampuan mengarahkan hidup kepada orang lain
4. Kemampuan berpikirdan bertindak mandiri, menyuruh dan melarang diri sendiri, tahu tugas dan tanggung jawab, serta mampu membedakan mana yang benar dan tidak benar.
Lalu selain point-point tentang kedewasaan kini coba kita baca pula tentang cirri-ciri tidak dewasa yang diantaranya :
1. Emosional. Anak-anak mengalami proses merasakan, bertindak dan berpikir. Sedangkan, orang dewasa berpikir, bertindak dan akhirnya merasakan. Artinya, seorang yang dewasa adalah pribadi yang dengan tenang mempertimbangkan setiap keputusannya dan tidak terjebak dalam emosi, perasaan dan pengaruh lingkungan belaka. Kedewasaan menuntut pemahaman akan kebenaran itu tanpa emosi yang meledak-ledak tak terkontrol.
2. Egois. Setiap orang memiliki ego, namun orang yang tidak dewasa sering melampaui egonya sehingga menjadi egois. Ia pun tidak menyadari bahwa dirinya egois. Semakin egois, ia semakin jauh untuk melampaui kedewasaan. Kedewasaan memang menyadarakan akan eksistensi diri yang sesunguhnya, tapi bukan mementingkan diri sendiri dan menghempaskan eksistensi orang lain.
3. Tidak konsisten. Dasar dari karakter seorang yang dewasa adalah konsisten. Sebaliknya, bila seseorang masih bersikap tidak konsisten, mudah terpengaruh terhadap hal-hal baru yang merusak komitmen sebelumnya alias tidak setia dan mata keranjang, maka sulit baginya untuk mencapai kedewasaan sekali pun usia memenuhi untuk dewasa. Konsistensi memang selayaknya dimiliki oleh orang yang sudah mencapai usia dewasa, namun banyak juga yang tidak memperhatikan konsistensi dirinya, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain.
4. Tidak tepat janji. Perkataan orang dewasa adalah ukuran dari karakternya. Bila perkataannya dapat dipegang dan dipercaya, berarti kedewasaan teruji. Namun bila perkataan yang keluar dari mulutnya sekedar kata-kata tanpa makna yang mudah untuk diingkari, berarti ia belum dewasa. Semakin intens dalam menepati janji, semakin teruji kedewasaannya. Dan biasanya orang yang tidak dewasa mudah mengumbar janji padahal ia sendiri belum tahu apakah dirinya dapat menepati janji itu.
5. Tidak bertanggung jawab. Sebagai makhluk social, manusia dituntut memiliki tanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain. Namun, kesadaran akan tanggung jawab hanya ada dalam pikiran orang dewasa. Orang yang tidak dewasa cenderung bingung dengan tanggung jawab dan sering mencari kambing hitam untuk melimpahkan tanggung jawab itu.
6. Suka bersembunyi. Setiap orang tentu akan ditimpa berbagai masalah yang tak jarang masalah itu muncul dalam bentuk yang sangat sulit hingga mencapai tahap yang sangat kritis. Pada saat kritis terjadi, pada saat itulah kedewasaan di uji. Orang yang dewasa akan dengan berani menghadapi masalah itu. Namun orang yang tidak dewasa akan lari dan bersembunyi, seolah dengan begitu masalah akan selesai.
7. Hanya berespon terhadap pemaksaan. Orang yang belum dewasa adalah orang yang hanya berespon apabila dipaksa atau ditekan. Keterpaksaan dan tekanan itu bisa dalam bentuk harapan untuk mendapat imbalan, subordinasi, kompensasi, atau rasa frustasi.
Jadi, benarkah kita sudah dewasa???.......
Wallahu'alam..
Berbicara tentang dewasa sampai saat ini standar baku kapan dan dalam usia berapa tahun seseorang dikatakan dewasa masih belum ditemukan. Karena ternyata tidak ada ukuran tunggal untuk menentukan kedewasaan, kedewasaan bukan hanya menyangkut umur atau status tertentu, melainkan juga banyak bidang lain seperti perasaan, sikap, pandangan, orientasi, perilaku atau lainnya. Dewasa dalam umur belum merupakan jaminan dewasa salam bidang lainnya.
Namun secra umum kedewasaan dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya :
1. Dewasa secara fisik, dimana organ-organ reproduksi telah berfungsi secara optimal yang ditandai dengan produksi sperma yang baik pada pria dan produksi sel telur yang memadai pada wanita. Selain perkembangan sel-sel otot tubuh yang menandakan sekaligus membedakan pria dan wanita.
2. Dewasa secara psikologis, yang ditandai dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan konflik-konflik yang terjadi dalam kehidupan.
3. Dewasa secara social-ekonomi, ditampakkan dalam kemampuan seseorang untuk mandiri, membiyayai kebutuhan hidup sendiri dan menangani berbagai hal dengan kemampuan sendiri.
Selain tiga point diatas kedewasaan juga dapat dilihat dari beberapa kemampuan, seperti :
1. Kemampuan mengenali dan menerima diri sendiri
2. Kemampuan menerima keberadaan orang lain
3. Kemampuan mengarahkan hidup kepada orang lain
4. Kemampuan berpikirdan bertindak mandiri, menyuruh dan melarang diri sendiri, tahu tugas dan tanggung jawab, serta mampu membedakan mana yang benar dan tidak benar.
Lalu selain point-point tentang kedewasaan kini coba kita baca pula tentang cirri-ciri tidak dewasa yang diantaranya :
1. Emosional. Anak-anak mengalami proses merasakan, bertindak dan berpikir. Sedangkan, orang dewasa berpikir, bertindak dan akhirnya merasakan. Artinya, seorang yang dewasa adalah pribadi yang dengan tenang mempertimbangkan setiap keputusannya dan tidak terjebak dalam emosi, perasaan dan pengaruh lingkungan belaka. Kedewasaan menuntut pemahaman akan kebenaran itu tanpa emosi yang meledak-ledak tak terkontrol.
2. Egois. Setiap orang memiliki ego, namun orang yang tidak dewasa sering melampaui egonya sehingga menjadi egois. Ia pun tidak menyadari bahwa dirinya egois. Semakin egois, ia semakin jauh untuk melampaui kedewasaan. Kedewasaan memang menyadarakan akan eksistensi diri yang sesunguhnya, tapi bukan mementingkan diri sendiri dan menghempaskan eksistensi orang lain.
3. Tidak konsisten. Dasar dari karakter seorang yang dewasa adalah konsisten. Sebaliknya, bila seseorang masih bersikap tidak konsisten, mudah terpengaruh terhadap hal-hal baru yang merusak komitmen sebelumnya alias tidak setia dan mata keranjang, maka sulit baginya untuk mencapai kedewasaan sekali pun usia memenuhi untuk dewasa. Konsistensi memang selayaknya dimiliki oleh orang yang sudah mencapai usia dewasa, namun banyak juga yang tidak memperhatikan konsistensi dirinya, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain.
4. Tidak tepat janji. Perkataan orang dewasa adalah ukuran dari karakternya. Bila perkataannya dapat dipegang dan dipercaya, berarti kedewasaan teruji. Namun bila perkataan yang keluar dari mulutnya sekedar kata-kata tanpa makna yang mudah untuk diingkari, berarti ia belum dewasa. Semakin intens dalam menepati janji, semakin teruji kedewasaannya. Dan biasanya orang yang tidak dewasa mudah mengumbar janji padahal ia sendiri belum tahu apakah dirinya dapat menepati janji itu.
5. Tidak bertanggung jawab. Sebagai makhluk social, manusia dituntut memiliki tanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain. Namun, kesadaran akan tanggung jawab hanya ada dalam pikiran orang dewasa. Orang yang tidak dewasa cenderung bingung dengan tanggung jawab dan sering mencari kambing hitam untuk melimpahkan tanggung jawab itu.
6. Suka bersembunyi. Setiap orang tentu akan ditimpa berbagai masalah yang tak jarang masalah itu muncul dalam bentuk yang sangat sulit hingga mencapai tahap yang sangat kritis. Pada saat kritis terjadi, pada saat itulah kedewasaan di uji. Orang yang dewasa akan dengan berani menghadapi masalah itu. Namun orang yang tidak dewasa akan lari dan bersembunyi, seolah dengan begitu masalah akan selesai.
7. Hanya berespon terhadap pemaksaan. Orang yang belum dewasa adalah orang yang hanya berespon apabila dipaksa atau ditekan. Keterpaksaan dan tekanan itu bisa dalam bentuk harapan untuk mendapat imbalan, subordinasi, kompensasi, atau rasa frustasi.
Jadi, benarkah kita sudah dewasa???.......
Wallahu'alam..
Langganan:
Komentar (Atom)